Urgensi Sertifikasi Halal Food Dalam Tinjauan Etika Bisnis Islam

  • Mega Novita Syafitri Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  • Rania Salsabila Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sidoarjo, Indonesia
  • Fitri Nur Latifah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Sidoarjo, Indonesia
Keywords: Etika Bisnis Islam, Konsumen Muslim, Makanan Halal, Sertifikasi Halal

Abstract

Jaminan terhadap kehalalan sesuatu produk pangan dapat diciptakan dengan cara membentuk sertifikasi halal. Sertifikasi halal merupakan suatu bukti yang telah ditetapkan oleh MUI dimana produk yang dipasarkan oleh produsen telah memenuhi semua syarat kehalalannya, sehingga produk tersebut diperbolehkan untuk diperjualbelikan di lingkungan masyarakat. Pencantuman sertifikasi label halal pada makanan menjadikan sebagai sarana yang efektif bagi konsumen untuk memilah makanan halal dengan lebih mudah dan merupakan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab produsen dalam berbisnis serta perlindungan bagi konsumen.  Karena Masyarakat juga berhak untuk mengetahui dan mendapatkan sebuah informasi yang jelas dan rinci mengenai setiap komposisi atau bahan yang digunakan untuk produk yang disajikan didalam produk tersebut. Tujuan dari penulisan ini ialah untuk mengetahui apakah sertifikasi halal pada produk makanan sangat penting atau tidak bagi masyarakat. Kemudian metode penulisan yang digunakan oleh penulis ialah menggunakan metode kualitatif studi pustaka yang berasal dari berbagai karya ilmiah di internet dengan pembahasan yang sesuai dengan tema penulis. 

References

Adinugraha, H. H., & Ulama’i, A. H. A. (2019). Halal Lifestyle Di Indonesia. An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah, 05(2), 57–81.

Ali, M. (2016). Konsep Makanan Halal Dalam Tinjauan Syariah Dan Tanggung Jawab Produk Atas Produsen Industri Halal. Ahkam, XVI(2), 291–306.

Amalia, F. (2014). Etika Bisnis Islam: Konsep Dan Implementasi Pada Pelaku Usaha Kecil. Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah, 6(1), 116–125.

Assifa, S. N., Suprihatin, T., & Eprianti, N. (2020). Tinjauan Prinsip Etika Bisnis Islam pada Strategi Pemasaran di Restoran Royal Kashimura Bandung. Prosiding Hukum EKonomi Syariah, 6(2), 205–208.

Aulia Hosanna, M., & Adi Nugroho, S. (2014). Pelaksanaan UU Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. Hukum Adigama.

Fadilah, A. (2016). Etika kegiatan berproduksi. 1, 1–12.

Fikriawan, S. (2018). Sertifikasi Halal Di Indonesia: (Analisis Kuasa Simbolik dalam Kontestasi Fatwa Majelis Ulama Indonesia). el Barka: Journal of Islamic Economics and Business, 01(01), 27–52.

Hasan, K. S. (2013). Kepastian Hukum Sertifikasi Dan Labelisasi Halal Produk Pangan. Dinamika Hukum, 14(100), 227–238.

Huda, N. (2012). Pemahaman Produsen Makanan Tentang Sertifikasi Halal (Studi Kasus di Surakarta). Ishraqi, 10(1), 1–13.

Izzuddin, A. (2018). Pengaruh Label Halal. Kesadaran Halal Dan Bahan Makanan Terhadap Minta Beli Makanan Kuliner. Jurnal Penelitian Ipteks, 3(2), 100–114.

Juliyani, E. (2016). Etika Bisnis Dalam Persepektif Islam. Jurnal Ummul Qura, VII(1), 63–74.

Mandasari, Y. (2019). Sanksi Pidana Terhadap Kandungan Non Halal Terhadap Produk Makanan Bersertifikat Halal Yang Dilakukan Korporasi. Soumatera Law Review, 2(2), 258–269.

Patata, A. P. (2012). Kesadaran Pelaku Ekonomi Terhadap Etika Bisnis Islam Dalam Islam.

Putri, E. A. (2021). Kewenangan MUI Pasca Terbitnya PP No . 31 Tahun 2019 Tentang Peraturan Pelaksanaan UU No . 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal. 15(2), 333–350.

Rahmawati. (2017). Etika Bisnis Islam Pada Pedagang Makanan (Studi Kasus di Keude Blang Jreum, Aceh). Jurnal JESKaPe, 1(1), 109–136.

Ramlan, & Nahrowi. (2014). Sertifikasi Halal Sebagai Penerapan Etika Bisnis Islami Dalam Upaya Perlindungan Bagi Konsumen Muslim. Ahkam, XIV(1), 145–154.

Ras, A., & Astuti, T. (2019). Bisnis Halal dalam Perspektif Etika Islam : Kajian Teoritis. Al Ma’arief: Jurnal Pendidikan Sosial, 1(2), 97–106.

Sakti, M., R, D. A., & W, Y. yuli. (2015). Perlindungan konsumen terhadap beredarnya makanan yang tidak bersertifikat halal. Yuridis, 2(1), 62–77.

Sayekti, N. W. (2014). Jaminan Produk Halal Dalam Perspektif Kelembagaan (Warranty of Halal Product of Institutional Perspective). Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 5(2), 193–209.

Subianto, P. (2018). Rantai Nilai Dan Perspektif Kesadaran Masyarakat Muslim Akan Makanan Halal. Conference On Islamic Management Accounting And Economics (CIMAE), 2, 141–146.

Warto, & Samsuri. (2020). Sertifikasi Halal dan Implikasinya Bagi Bisnis Produk Halal di Indonesia. Al Maal: Journal of Islamic Economics and Banking, 2(1), 98–112.

Yakin, A. (2018). Pencantuman Label Halal (Halal Food) Etika Dalam Bisnis Dan Perlindungan Konsumen. Ekomadania, 2(1), 24–34.

Published
2022-01-03
How to Cite
Syafitri, M. N., Salsabila, R., & Latifah, F. N. (2022). Urgensi Sertifikasi Halal Food Dalam Tinjauan Etika Bisnis Islam. Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Ekonomi Islam, 10(1), 16-42. https://doi.org/10.37812/aliqtishod.v10i1.305